BIAYA YANG BOLEH/TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO

Posted by admin

Februari 24, 2009

BIAYA YANG BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO

 

Besarnya  Penghasilan  Kena  Pajak  bagi  Wajib  Pajak dalam  negeri  dan  bentuk  usaha  tetap,  ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan,  menagih,  dan  memelihara  penghasilan, termasuk:

a.       biaya  yang  secara  langsung  atau  tidak  langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain:

1.       biaya pembelian bahan;

2.       biaya  berkenaan  dengan  pekerjaan  atau  jasa termasuk  upah,  gaji,  honorarium,  bonus, gratifikasi,  dan  tunjangan  yang  diberikan dalam bentuk uang;

3.       bunga, sewa, dan royalti;

4.        biaya perjalanan;

5.       biaya pengolahan limbah;

6.       premi asuransi;

7.       biaya  promosi  dan  penjualan  yang  diatur dengan  atau  berdasarkan Peraturan  Menteri Keuangan;

8.       biaya administrasi; dan

9.       pajak kecuali Pajak Penghasilan;

b.       penyusutan  atas  pengeluaran  untuk  memperoleh harta  berwujud  dan  amortisasi  atas  pengeluaran untuk  memperoleh  hak  dan  atas  biaya  lain  yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 11A;

c.        iuran  kepada  dana  pensiun  yang  pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan;

d.       kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang  dimiliki  dan  digunakan  dalam  perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan;

e.        kerugian selisih kurs mata uang asing;

f.        biaya  penelitian  dan  pengembangan  perusahaan yang dilakukan di Indonesia;

g.        biaya beasiswa, magang, dan pelatihan;

h.       piutang  yang  nyata-nyata  tidak  dapat  ditagih dengan syarat:

1.       telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial;

2.       Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang  tidak  dapat  ditagih  kepada  Direktorat Jenderal Pajak; dan

3.       telah  diserahkan  perkara  penagihannya kepada  Pengadilan  Negeri  atau  instansi pemerintah  yang  menangani  piutang  negara; atau  adanya  perjanjian  tertulis  mengenai penghapusan  piutang/pembebasan  utang antara  kreditur  dan  debitur  yang bersangkutan; atau telah dipublikasikan dalam penerbitan  umum  atau  khusus;  atau  adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu;

4.       syarat  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  3 tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih  debitur  kecil  sebagaimana  dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf k; yang  pelaksanaannya  diatur  lebih  lanjut  dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;

i.         sumbangan  dalam  rangka  penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;

j.         sumbangan  dalam  rangka  penelitian  dan pengembangan  yang  dilakukan  di  Indonesia  yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;

k.       biaya  pembangunan  infrastruktur  sosial  yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;

l.         sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; dan

m.     sumbangan  dalam  rangka  pembinaan  olahraga yang  ketentuannya  diatur  dengan  Peraturan Pemerintah.

 

 

 

BIAYA YANG TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO

 

Untuk  menentukan  besarnya  Penghasilan  Kena  Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

a.       pembagian  laba  dengan  nama  dan  dalam  bentuk apapun  seperti  dividen,  termasuk  dividen  yang dibayarkan  oleh  perusahaan  asuransi  kepada pemegang  polis,  dan  pembagian  sisa  hasil  usaha koperasi;

b.       biaya  yang  dibebankan  atau  dikeluarkan  untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;

c.        pembentukan  atau  pemupukan  dana  cadangan, kecuali:

1.       cadangan  piutang  tak  tertagih  untuk  usaha bank dan badan usaha lain yang menyalurkan kredit,  sewa  guna  usaha  dengan  hak  opsi, perusahaan  pembiayaan  konsumen,  dan perusahaan anjak piutang;

2.       cadangan  untuk  usaha  asuransi  termasuk cadangan  bantuan  sosial  yang  dibentuk  oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial;

3.       cadangan  penjaminan  untuk  Lembaga Penjamin Simpanan;

4.       cadangan  biaya  reklamasi  untuk  usaha pertambangan;

5.       cadangan  biaya  penanaman  kembali  untuk usaha kehutanan; dan

6.       cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat  pembuangan  limbah  industri  untuk usaha pengolahan limbah industri, yang ketentuan dan syarat-syaratnya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;

d.       premi  asuransi  kesehatan,  asuransi  kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut  dihitung  sebagai  penghasilan  bagi  Wajib Pajak yang bersangkutan;

e.        penggantian  atau  imbalan  sehubungan  dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura  dan  kenikmatan,  kecuali  penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian  atau  imbalan  dalam  bentuk  natura dan  kenikmatan  di  daerah  tertentu  dan  yang berkaitan  dengan  pelaksanaan  pekerjaan  yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;

f.        jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai  hubungan  istimewa  sebagai  imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan;

g.        harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b, kecuali sumbangan sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  6  ayat  (1) huruf i sampai dengan huruf m serta zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat  yang  dibentuk  atau  disahkan  oleh pemerintah  atau  sumbangan  keagamaan  yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang  dibentuk  atau  disahkan  oleh  pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

h.       Pajak Penghasilan;

i.         biaya  yang  dibebankan  atau  dikeluarkan  untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya;

j.         gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma,  atau  perseroan  komanditer  yang  modalnya tidak terbagi atas saham;

k.       sanksi  administrasi  berupa  bunga,  denda,  dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan  dengan  pelaksanaan  perundang-undangan di bidang perpajakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>